FK UNPATTI TURUT BERKONTRIBUSI DALAM PENGUATAN SISTEM PELAYANAN KESEHATAN DI WILAYAH KEPULAUAN MALUKU

Pada Jumat, 13 Maret 2026, Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura (FK Unpatti) yang diwakili oleh Dekan, dr. Farah Christina Noya, MHPEd., Ph.D., hadir sebagai narasumber utama dalam Rapat Penyusunan Rencana Kerja Pelayanan Kesehatan Gugus Pulau yang diselenggarakan di Kantor Gubernur Maluku. Dalam kegiatan ini, beliau didampingi oleh tim penyusun, yaitu Dr. dr. Bertha Jean Que, Sp.S., M.Kes., dan dr. Ritha Tahitu, M.Kes.

FK Unpatti berperan sebagai bagian dari tim penyusun draf rencana kerja pelayanan kesehatan gugus pulau. Kegiatan ini berfokus pada upaya mengoptimalkan akses pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan, khususnya di Provinsi Maluku, melalui pembagian wilayah pelayanan ke dalam beberapa gugus pulau.

Adapun tujuan dari pertemuan ini adalah sebagai berikut:

  1. Memaparkan substansi, strategi, dan target dalam draf rencana kerja.

  2. Mendapatkan masukan strategis serta penyempurnaan substansi dokumen.

  3. Membangun kesepahaman dan komitmen lintas unit terhadap implementasi rencana kerja.

  4. Memperoleh persetujuan prinsip, dukungan penganggaran, serta integrasi dalam dokumen perencanaan unit kerja.

  5. Menyepakati mekanisme koordinasi, monitoring, dan evaluasi pelaksanaan.

Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah kondisi geografis kepulauan, khususnya terkait hambatan akses serta tingginya biaya logistik.

Sebagai solusi, dirumuskan visi integrasi gugus kepulauan melalui pembangunan ekosistem rujukan yang terhubung antara Puskesmas Satelit → Puskesmas Subgugus → RSUD.

Dekan FK Unpatti, dr. Farah Christina Noya, MHPEd., Ph.D., menegaskan bahwa tujuan utama tim penyusun, dalam hal ini FK Unpatti, adalah menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) dengan memastikan “golden period” penyelamatan pasien dapat tercapai melalui dukungan sektor nonkesehatan, seperti infrastruktur jalan, listrik, dan transportasi.

Beberapa agenda strategis yang dibahas dalam rapat ini meliputi:

  • Penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) di bidang kesehatan.

  • Pengembangan pelayanan kesehatan bergerak serta pemanfaatan teknologi telemedicine.

  • Evaluasi capaian kinerja pelayanan kesehatan serta kebutuhan sarana dan prasarana pendukung.

Rapat ini dihadiri oleh perwakilan Dinas Kesehatan provinsi dan kabupaten/kota, Badan Perencanaan, serta tim teknis terkait.

Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam memastikan masyarakat di wilayah terpencil dan kepulauan tetap memperoleh pelayanan kesehatan yang berkualitas, merata, dan mudah diakses.

Dalam rencana pengembangan tersebut, FK Unpatti bersama Dinas Kesehatan juga menetapkan Kabupaten Buru sebagai lokasi pilot project pelayanan kesehatan gugus pulau. Penetapan ini didasarkan pada hasil evaluasi serta pengalaman pelaksanaan program percontohan yang sebelumnya telah dilakukan oleh FK Unpatti di wilayah tersebut.

Sebagai bagian dari solusi jangka panjang, FK Unpatti berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan. Hal ini dilakukan melalui upaya mencetak dokter dan dokter spesialis yang kompeten, serta mendorong penempatan tenaga kesehatan di berbagai wilayah di Provinsi Maluku, termasuk daerah terpencil, guna memberikan pelayanan kesehatan yang optimal bagi masyarakat.

Sebagai penutup, perlu diingat bersama bahwa keberhasilan penurunan AKI dan AKB di Maluku bukan hanya menjadi tugas tenaga medis, tetapi juga merupakan hasil dari pembangunan infrastruktur jalan, ketersediaan listrik, serta regulasi yang mendukung.

Tagline kegiatan ini adalah:
“Sinergi dan Kolaborasi untuk Akselerasi Layanan Dasar Maluku.”

 

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top