Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura (FK Unpatti) melaksanakan penandatanganan Pakta Integritas bagi Calon Peserta Didik Baru Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Tahun Akademik 2026. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Dekan FK Unpatti pada Senin, 20 Juli 2026.
Acara tersebut dihadiri oleh Dekan FK Unpatti dr. Farah Christina Noya, MHPEd., Ph.D.; Wakil Dekan Bidang Akademik FK Unpatti dr. Laura B. S. Huwae, Sp.S., M.Kes.; Rektor Universitas Pattimura Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd.; Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Pattimura Prof. Dr. Dominggus Malle, S.Pt., M.Sc.; Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Universitas Pattimura Prof. Dr. Pieter Kakisina, S.Pd., M.Si., perwakilan Gubernur Maluku, Dr.sc.agr.drh. Faradilla Attamimi, M.TAPSc.; Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Kota Ambon Rustam Simanjuntak, S.T.; Direktur RSUD Dr. M. Haulussy dr. Winny Natacia Leiwakabessy, Sp.PA., M.Kes.; perwakilan Pemerintah Kabupaten Buru Selatan, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, Ketua IDI Wilayah Maluku, Ketua IDI Cabang Kota Ambon, Koordinator Tata Usaha FK Unpatti, Ketua Program Studi PPDS Obstetri dan Ginekologi, Ketua Program Studi PPDS Bedah, para dokter konsulen, orang tua dan pendamping calon peserta didik, serta para calon peserta didik baru PPDS.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Dekan FK Unpatti, Rektor Universitas Pattimura, dan perwakilan Gubernur Maluku.
Dalam sambutannya, Dekan FK Unpatti, dr. Farah Christina Noya, MHPEd., Ph.D., menjelaskan bahwa penandatanganan Pakta Integritas merupakan bentuk komitmen dan kesanggupan para calon peserta didik PPDS dalam memenuhi kewajiban akademik, termasuk pembayaran biaya pendidikan serta mematuhi seluruh peraturan yang berlaku selama menjalani pendidikan di FK Unpatti.
Selain itu, Dekan FK Unpatti menekankan pentingnya dukungan dari pemerintah daerah di Provinsi Maluku dalam membantu pembiayaan pendidikan dokter spesialis. Hingga saat ini, Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara menjadi satu-satunya pemerintah daerah yang telah menjalin kerja sama pembiayaan pendidikan dokter spesialis. Oleh karena itu, diharapkan pemerintah kabupaten, kota, provinsi, hingga pemerintah pusat dapat turut berperan dalam memberikan dukungan pembiayaan agar semakin banyak dokter di Maluku memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan spesialis.
Sementara itu, Rektor Universitas Pattimura, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd., menyampaikan bahwa proses pengembangan FK Unpatti tidaklah mudah karena menghadapi berbagai tantangan, baik dari aspek internal maupun eksternal.
Menurutnya, salah satu tantangan utama adalah masih terbatasnya rumah sakit jejaring yang dapat mendukung proses pendidikan dokter spesialis. Saat ini, RSUD Dr. M. Haulussy masih menjadi rumah sakit pendidikan utama bagi FK Unpatti. Selain itu, persoalan pembiayaan pendidikan juga masih menjadi kendala bagi banyak calon mahasiswa kedokteran. Oleh sebab itu, Rektor berharap adanya dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah hingga pemerintah pusat, untuk bersama-sama menyukseskan pengembangan pendidikan dokter spesialis di Maluku.
Pada kesempatan yang sama, perwakilan Gubernur Maluku, Dr.sc.agr.drh. Faradilla Attamimi, M.TAPSc., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya penandatanganan Pakta Integritas tersebut. Menurutnya, kegiatan ini merupakan wujud nyata dukungan Pemerintah Provinsi Maluku terhadap program prioritas (quick wins) Presiden Republik Indonesia dalam mempercepat pemenuhan kebutuhan dokter spesialis di berbagai daerah, khususnya di Provinsi Maluku.
Ia juga memberikan apresiasi kepada FK Unpatti atas berbagai persiapan yang telah dilakukan sehingga berhasil menyelenggarakan seleksi perdana Program Pendidikan Dokter Spesialis dengan menerima tiga calon peserta didik Program Studi Bedah dan tiga calon peserta didik Program Studi Obstetri dan Ginekologi.
Prosesi penandatanganan Pakta Integritas disaksikan oleh Dekan FK Unpatti, Rektor beserta para Wakil Rektor Universitas Pattimura, perwakilan Gubernur Maluku, Direktur RSUD Dr. M. Haulussy, serta para pimpinan rumah sakit jejaring. Sebanyak enam calon peserta didik baru PPDS mengikuti prosesi tersebut, yang terdiri atas tiga peserta Program Studi Bedah dan tiga peserta Program Studi Obstetri dan Ginekologi.
Adapun nama-nama calon peserta didik baru PPDS Tahun 2026 adalah sebagai berikut:
- dr. Andi Roosdiyanah Mutiah Rusdi – Program Studi Spesialis Bedah.
- dr. Devimia Merryanti – Program Studi Spesialis Bedah.
- dr. Helmi Foster Lesnussa – Program Studi Spesialis Bedah.
- dr. Andhika Norris Frabes – Program Studi Spesialis Obstetri dan Ginekologi.
- dr. Jemmima Sartika Sainlia – Program Studi Spesialis Obstetri dan Ginekologi.
- dr. Nadia Azpia Tuasikal – Program Studi Spesialis Obstetri dan Ginekologi.
Penandatanganan Pakta Integritas ini menjadi tonggak penting dalam sejarah pengembangan pendidikan kedokteran di Maluku. Dengan dimulainya penyelenggaraan PPDS di FK Unpatti, Provinsi Maluku semakin memperkuat kemandiriannya dalam mencetak dokter spesialis untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.
Melalui momentum ini, seluruh calon peserta didik diharapkan dapat menjalani pendidikan dengan penuh dedikasi, menjunjung tinggi integritas, serta berkomitmen memberikan pengabdian terbaik bagi pembangunan kesehatan di Maluku dan Indonesia.




