Kegiatan Latihan Kepemimpinan Manajemen Mahasiswa – Sekolah Kastrad (LKMM-SK) Lokal 2026 berlangsung dengan penuh antusiasme sebagai upaya meningkatkan kapasitas kepemimpinan mahasiswa. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 11 April 2026 bertempat di Auditorium Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura (FK Unpatti), sebagai lanjutan dari rangkaian LKMM yang sebelumnya telah berlangsung pada tanggal 14–15 Maret 2026.
Salah satu sesi yang menjadi perhatian utama adalah penyampaian materi oleh jajaran pengurus Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI). Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Jenderal ISMKI, Muhammad Thoriq dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, hadir sebagai pemateri utama dengan membawakan materi mengenai ”Manajemen konflik dan kastratisasi”.
Dalam materinya, Thoriq menjelaskan bahwa konflik merupakan hal yang kerap terjadi dalam kehidupan sosial mahasiswa, baik di lingkungan kampus maupun dalam organisasi. Oleh karena itu, seorang pemimpin dituntut untuk mampu memprioritaskan permasalahan serta mengidentifikasi akar konflik secara tepat sebelum mengambil keputusan. Ia juga menambahkan bahwa, “berdasarkan hierarki dalam organisasi, konflik dapat dibedakan menjadi konflik vertikal, konflik horizontal, dan konflik diagonal,” sehingga peserta dapat memahami berbagai bentuk konflik beserta pendekatan penyelesaiannya.
Turut hadir, Sekretaris Wilayah 4 ISMKI, Muhammad Revi Purnomosidi dari Fakultas Kedokteran Universitas Malang, yang membawakan materi mengenai ”Nasionalisme ISMKI”. Dalam pemaparannya, Revi menjelaskan sejarah para tokoh dokter yang menjadi tonggak utama pergerakan di Indonesia, seperti dr. Soetomo, dr. Abdul Rivai, dan dr. Wahidin Sudirohusodo. Ia menekankan bahwa semangat perjuangan para tokoh tersebut diharapkan dapat terus dilanjutkan oleh mahasiswa fakultas kedokteran saat ini.
Lebih lanjut, Revi memaparkan sejarah terbentuknya ISMKI di Indonesia yang kini terbagi ke dalam empat wilayah dengan total 112 institusi anggota. Ia juga menjelaskan berbagai peran dan kontribusi ISMKI yang telah berjalan hingga saat ini, khususnya dalam mendukung implementasi berbagai program dan isu kesehatan di Indonesia. Dalam penutup materinya, Revi mengajak seluruh peserta untuk terus menumbuhkan rasa nasionalisme dalam berorganisasi. Ia menegaskan, “ISMKI adalah rumah, ISMKI bersama mahasiswa kedokteran ikut serta mengawal dan mendukung penuh Transformasi Kesehatan selama 44 tahun.”
Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan sesi diskusi yang aktif antara peserta dan pemateri. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan kritis dan tanggapan yang muncul selama sesi berlangsung.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan peserta LKMM-SK Lokal 2026 mampu mengembangkan keterampilan manajemen, memperkuat jiwa kepemimpinan, serta memiliki semangat nasionalisme yang tinggi dalam berorganisasi, khususnya di lingkungan ISMKI.





