Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Pattimura (Unpatti) menjalin kerja sama bilateral dengan perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, G-Mango AI Inc., dalam rangka mendukung pengembangan pendidikan kedokteran dan layanan kesehatan berbasis kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI). Penandatanganan kerja sama dilaksanakan pada Kamis, 9 Juli 2026, di Ruang Dekan FK Unpatti.
Kegiatan ini dihadiri oleh Dekanat FK Unpatti, Koordinator Program Studi Sarjana Kedokteran, Koordinator Program Profesi Dokter, Koordinator Program Studi Pendidikan Kedokteran Gigi, Koordinator Tata Usaha, Subkoordinator Umum dan Keuangan, Ketua dan Anggota Unit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (UPPM), Ketua dan Anggota Unit Teknologi Informasi (IT), Ketua dan Anggota Unit Telemedicine, Ketua dan Anggota Tim Internasional Akademik, serta perwakilan dari G-Mango AI Inc.
Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Dekan FK Unpatti, dr. Farah Christina Noya, M.HPEd., Ph.D., mewakili FK Unpatti, bersama Celine Wran, Chief Operating Officer (COO) G-Mango AI Inc.
Kerja sama ini bertujuan untuk memanfaatkan teknologi kecerdasan artifisial sebagai pendukung penyelenggaraan pendidikan kedokteran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta penguatan layanan kesehatan. Melalui kolaborasi ini, FK Unpatti berupaya mengintegrasikan inovasi teknologi ke dalam proses pembelajaran dan pelayanan kesehatan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya di wilayah kepulauan.
G-Mango AI merupakan platform kecerdasan artifisial yang dirancang untuk memberikan informasi kesehatan secara cepat, mudah dipahami, serta menyediakan layanan pendampingan kesehatan selama 24 jam. Kehadiran aplikasi ini tidak dimaksudkan sebagai pengganti konsultasi dengan tenaga kesehatan, melainkan sebagai sarana pendukung yang membantu masyarakat memperoleh informasi awal, panduan, serta akses terhadap layanan kesehatan.
Di Indonesia, masih banyak masyarakat yang mengalami kesulitan mengakses layanan kesehatan meskipun telah memiliki perlindungan asuransi. Antrean yang panjang, lokasi fasilitas kesehatan yang jauh, serta keterbatasan pemahaman mengenai cakupan manfaat menjadi tantangan yang masih dihadapi. Menjawab kondisi tersebut, G-Mango AI menghadirkan agen kecerdasan artifisial yang mampu mendengarkan keluhan pengguna, memberikan panduan kesehatan, serta menghubungkan mereka dengan fasilitas pelayanan kesehatan dan obat-obatan sesuai kebutuhan.
Kolaborasi ini dinilai selaras dengan visi FK Unpatti dalam menghasilkan dokter yang memiliki kompetensi di wilayah kepulauan. Dengan karakteristik geografis Provinsi Maluku yang didominasi oleh wilayah kepulauan, pemanfaatan teknologi AI diharapkan dapat menjadi solusi untuk memperluas akses layanan kesehatan sekaligus mendukung tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan yang lebih cepat, tepat, dan merata.
Dalam implementasinya, G-Mango AI menghadirkan tiga fitur utama, yaitu:
- Konsultasi (Consult)
Pengguna cukup menyampaikan keluhan atau gejala yang dirasakan. Selanjutnya, sistem AI akan mengajukan pertanyaan lanjutan dengan bahasa yang sederhana, tanpa istilah medis yang rumit, kemudian menyusun gambaran kondisi kesehatan pengguna secara terstruktur. - Triase (Triage)
G-Mango AI melakukan penilaian tingkat keparahan kondisi pasien secara real-time. Untuk kasus ringan, pengguna akan memperoleh panduan perawatan mandiri. Sementara itu, apabila kondisi dinilai membutuhkan penanganan segera, sistem akan mengaktifkan Red Alert dan mengarahkan pasien ke rumah sakit mitra terdekat beserta petunjuk lokasi. - Farmasi (Pharmacy)
Sistem merekomendasikan obat yang sesuai dengan kondisi pasien, menampilkan pilihan obat yang ditanggung BPJS Kesehatan dengan biaya Rp 0 apabila tersedia, serta memfasilitasi pemesanan obat untuk diambil di apotek atau diantar ke alamat pengguna. Dengan demikian, proses pelayanan kesehatan dapat berlangsung secara terintegrasi, mulai dari identifikasi gejala hingga pasien memperoleh pengobatan.
Saat ini, G-Mango AI juga telah menjalin kemitraan dengan sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan di Kota Ambon sebagai bagian dari pengembangan layanan triase digital, salah satunya bersama Puskesmas Hutumuri. Selain itu, seluruh rekomendasi obat yang diberikan melalui platform ini mengacu pada obat-obatan yang memenuhi regulasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dilengkapi dengan informasi harga dalam rupiah serta penanda obat yang ditanggung BPJS Kesehatan.
Melalui kerja sama ini, FK Unpatti dan G-Mango AI berharap dapat membangun ekosistem kolaboratif yang melibatkan tenaga kesehatan, dosen, mahasiswa, peneliti, dan pengembang teknologi dalam menghasilkan inovasi layanan kesehatan berbasis kecerdasan artifisial yang efektif, akurat, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di wilayah kepulauan Maluku.




