Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura kembali melantik dokter baru melalui kegiatan Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Dokter Baru Lulusan ke-39 Periode Agustus 2026. Sebanyak 15 dokter baru resmi dilantik dalam acara yang berlangsung di Aula Lantai 3 Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura, Selasa (11/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Gubernur Provinsi Maluku H. Abdullah Vanath, S.Sos., Rektor Universitas Pattimura Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd., Ketua DPRD Provinsi Maluku yang diwakili oleh Ir. Rimaniar Julindra Hetharia, S.T., IPP., Wakil Wali Kota Ambon Ely Toisutta, S.Sos., Ketua Senat Universitas Pattimura Prof. Dr. T. D. Pariela, M.A., serta sejumlah pimpinan instansi pemerintah dan para tamu undangan lainnya.
Prosesi pengambilan sumpah dan pelantikan berlangsung dengan khidmat dan lancar. Ke-15 dokter baru yang dilantik terdiri atas Shafira Khairunnisa Pay, Shantya Christa Jamlaay, Riska Jean Solissa, Ayu Lestari, Yohannes, Hana Gesti Pratiwi, Thomas Preldho Sabono, Galih Persada Putra Tjandra, Sitti Fatma Azzahra Rolobessy, Wima Arifah Khoirussyifa’, Adilah Nur Faizah Pelu, Putri Rahmatila Z. Kelilauw, Rifdah Afifah Kotalima, Isna Nadira Raharusun, dan Tjok Prima Gratia Ameilia.
Ke-15 dokter baru tersebut telah menjalani pendidikan tahap preklinik dan pendidikan profesi dokter selama kurang lebih enam tahun. Dalam proses pendidikan profesi, mereka melaksanakan kepaniteraan klinik di berbagai rumah sakit, fasilitas pelayanan kesehatan, dan institusi jejaring FK Unpatti di wilayah Provinsi Maluku.
Tahap kepaniteraan klinik dilaksanakan di sejumlah rumah sakit dan fasilitas kesehatan, di antaranya RSUD Dr. M. Haulussy Ambon, RSKD Ambon, RS Latumetten, RS Bhayangkara, RS Izaac Umarella, RS Al Fatah, RS Sumber Hidup, Kantor Kesehatan Pelabuhan Ambon, BASARNAS, Klinik Dokter Keluarga, serta sejumlah puskesmas di wilayah pelayanan Dinas Kesehatan Kota Ambon.
Setelah menyelesaikan tahapan kepaniteraan klinik, para peserta mengikuti Ujian Kompetensi Nasional Peserta Didik Profesi Dokter sebagai ujian nasional yang menjadi salah satu tahapan akhir untuk menentukan kelulusan dan kompetensi peserta didik sebelum memperoleh gelar dokter.
Laporan hasil yudisium dokter lulusan ke-39 FK Unpatti disampaikan oleh Koordinator Program Studi Profesi Dokter, dr. Amanda Gracia Manuputty, Sp.DV., M.Ked.Klin. Dalam laporannya disampaikan bahwa pada angkatan lulusan ke-39, persentase kelulusan first taker FK Universitas Pattimura mencapai 60,86 persen, sementara persentase kelulusan nasional mencapai 67,46 persen.
Dengan dilantiknya 15 dokter baru tersebut, Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura hingga saat ini telah meluluskan sebanyak 723 dokter. Capaian tersebut menjadi bagian dari kontribusi FK Unpatti dalam menghasilkan tenaga medis yang kompeten serta mendukung pemenuhan kebutuhan pelayanan kesehatan di Provinsi Maluku.
Dalam sambutannya sebagai perwakilan dokter baru, dr. Galih Persada Putra Tjandra menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh dokter baru lulusan ke-39 yang telah bertahan dan berjuang hingga mencapai tahap pelantikan. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua yang tidak pernah berhenti memberikan dukungan, doa, dan semangat selama proses pendidikan.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh civitas akademika Fakultas Kedokteran dan Universitas Pattimura yang telah menjadi tempat bagi para lulusan untuk belajar dan berkembang. Ia berharap seluruh dokter baru dapat menjalankan profesinya dengan ketulusan serta mengabdikan diri untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura, dr. Farah Christina Noya, M.HPEd., Ph.D., menegaskan bahwa perjuangan para dokter baru tidak berhenti setelah pelantikan. Menurutnya, setelah keluar dari lingkungan akademik, para dokter akan menghadapi berbagai tantangan dalam menjalankan tugas dan pengabdian.
Dekan mengingatkan bahwa sebagai dokter yang berada di wilayah kepulauan, para lulusan akan menghadapi tantangan tersendiri dalam memberikan pelayanan kesehatan. Karena itu, para dokter baru diharapkan mampu menjadi pribadi yang semakin kuat, tangguh, adaptif, dan tetap mengutamakan kepentingan serta keselamatan masyarakat dalam menjalankan profesinya.
Harapan yang sama disampaikan oleh Rektor Universitas Pattimura, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd. Ia berharap para dokter baru, baik lulusan periode ini maupun lulusan periode sebelumnya dan yang akan datang, dapat terus memberikan kontribusi bagi masyarakat, khususnya di Provinsi Maluku.
Rektor juga membuka harapan agar para lulusan dapat kembali mengabdikan diri di Universitas Pattimura maupun di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan yang tersebar di wilayah Provinsi Maluku. Dengan demikian, ilmu dan kompetensi yang diperoleh selama menempuh pendidikan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Dalam sambutan penutup, Wakil Gubernur Provinsi Maluku H. Abdullah Vanath, S.Sos., menyampaikan bahwa pemerintah memiliki peran penting dalam memberikan perhatian dan dukungan terhadap pembangunan kesehatan di daerah. Menurutnya, pemerintah menjadi salah satu penggerak dalam memberikan pelayanan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia juga mengingatkan para dokter baru bahwa peluang untuk mengabdi tidak hanya terbuka melalui sektor pemerintahan. Para lulusan juga memiliki kesempatan untuk berkiprah di berbagai sektor swasta maupun bidang pelayanan kesehatan lainnya. Hal terpenting adalah bagaimana para dokter mampu menggunakan kompetensi yang dimiliki untuk memberikan pelayanan dan pengabdian terbaik kepada masyarakat.
Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Dokter Baru Lulusan ke-39 Periode Agustus 2026 menjadi momentum penting bagi Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura dalam melahirkan tenaga kesehatan baru bagi Maluku. Para dokter baru diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan akademik dan pengetahuan kedokteran yang baik, tetapi juga mampu menjaga kualitas, kompetensi, integritas, etika, dan ketulusan dalam menjalankan profesi sebagai dokter.
Dengan bekal pendidikan yang telah diperoleh serta sumpah profesi yang telah diikrarkan, ke-15 dokter baru diharapkan mampu menjadi tenaga medis yang profesional, humanis, tangguh, dan siap mengabdikan diri bagi masyarakat di Maluku maupun di berbagai wilayah Indonesia. 








