Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura (FK Unpatti) menggelar Workshop Penerimaan Peserta Didik Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) untuk bidang Obstetri dan Ginekologi, Ilmu Bedah, serta Ilmu Penyakit Dalam. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat–Sabtu (10–11 April 2026) bertempat di Hotel Santika Premiere Ambon.
Workshop ini menghadirkan narasumber dari universitas pembina PPDS FK Unpatti, yaitu Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Unhas). Para narasumber yang hadir antara lain Prof. dr. Firdaus Hamid, Ph.D., Sp.MK(K) selaku Wakil Dekan Bidang Perencanaan, Sumber Daya dan Alumni FK Unhas; Dr. dr. Takdir Musba, Sp.An-KMN selaku Kepala Pusat PPDS Unhas; Dr. dr. Sachraswaty, Sp.B, Subsp.BP., MHPE selaku Ketua Prodi Sp1 Bedah FK Unhas; Dr. dr. Nugraha U. Pelupessy, Sp.OG(K)-Onk selaku Ketua Prodi Sp1 Kebidanan dan Kandungan FK Unhas; serta Dr. dr. M. Harun Iskandar, Sp.PD, Sp.P(K), Subsp.Onk-T, FISR selaku Ketua Prodi Sp1 Penyakit Dalam FK Unhas.
Selain itu, Dekan FK Unhas, Prof. Dr. dr. Haerani Rasyid, M.Kes., Sp.PD., KGH, FINASIM, Sp.GK turut hadir secara daring melalui Zoom.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Universitas Pattimura Bidang Akademik, Prof. Dr. Dominggus Malle, S.Pt., M.Sc. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Universitas Hasanuddin atas dukungan dan kerja sama yang telah terjalin.
Menurutnya, terpilihnya Universitas Pattimura dalam program percepatan penyelenggaraan PPDS tidak terlepas dari kesiapan infrastruktur akademik yang dimiliki.
“Unpatti memperoleh kesempatan berharga ini karena telah memiliki tiga program spesialis. Ini merupakan prestasi besar bagi Unpatti, khususnya Fakultas Kedokteran,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kolaborasi internal untuk menjaga kualitas lulusan. Seluruh komponen yang terlibat dalam PPDS diharapkan dapat membangun kerja sama yang solid serta memastikan standar layanan pendidikan dan klinis berjalan sesuai prosedur yang ditetapkan.
Menutup arahannya, Prof. Dominggus menyampaikan bahwa program ini harus menjadi pemacu semangat bagi seluruh civitas akademika.
“Harapannya, Unpatti semakin percaya diri dalam menjalankan program ini, demi peningkatan kualitas kesehatan di Maluku dan Indonesia secara umum,” pungkasnya.
Salah satu tujuan utama workshop ini adalah untuk merumuskan komponen pembiayaan pendidikan serta kebijakan dukungan khusus bagi calon residen yang berasal dari daerah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan (DTPK).
Melalui workshop ini, FK Unpatti optimistis dapat mencetak dokter spesialis yang tidak hanya kompeten secara klinis, tetapi juga didukung oleh sistem pendidikan yang terstruktur serta menjunjung tinggi hak-hak peserta didik.









