FK UNPATTI GELAR SEMINAR HASIL PENELITIAN INTERNASIONAL: BIOETHICAL ANALYSIS OF COMPETING HEALTH PARADIGMS

Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Pattimura (Unpatti) menggelar Seminar Hasil Penelitian Internasional bertajuk Bioethical Analysis of Competing Health Paradigms in the Maluku Islands pada Jumat, 26 Juni 2026, di Auditorium FK Unpatti. Seminar ini menghadirkan Prof. Benjamin Gregg dari University of Texas at Austin, Amerika Serikat sebagai pembicara sekaligus anggota tim peneliti internasional.

Turut hadir sebagai pembicara adalah anggota tim peneliti, yaitu Dr. Bertha Jean Que, Sp.S., M.Kes., dr. Karina J. Sung, M.BiomedHlthSc., dr. Marthen Y. Matakupan, M.M.H., dr. Elias Oktovianus Haulussy, dan dr. Stephany Theresia Wattimena.

Dalam sambutan pembukaan seminar, Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Pattimura, Prof. Dr. Dominggus Malle, S.Pt., M.Sc., menyampaikan kepada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura bahwa sebagai calon dokter, mereka akan menghadapi berbagai tantangan, baik saat bertugas di wilayah perkotaan maupun di daerah pedalaman. Salah satu tantangan tersebut adalah adanya ketidaksepadanan antara pendekatan biomedis dan praktik pengobatan tradisional yang masih berkembang di masyarakat. Oleh karena itu, sebagai calon dokter yang akan mengabdi di wilayah kepulauan, mahasiswa perlu memiliki kemampuan komunikasi yang baik agar dapat meyakinkan pasien untuk menerima rujukan ke fasilitas pelayanan kesehatan yang lebih profesional sesuai dengan kebutuhan medisnya.

Penelitian tersebut mengeksplorasi ketegangan antara Kedokteran Berbasis Sains (Science-Based Medicine/SBM) dan praktik pengobatan tradisional di Kepulauan Maluku melalui perspektif bioetika. Secara historis, masyarakat Maluku memiliki hubungan yang kuat dengan praktik penyembuhan tradisional yang memanfaatkan kearifan lokal dan kekayaan ekosistem setempat. Di sisi lain, berkembangnya sistem pelayanan kesehatan modern menghadirkan perbedaan paradigma yang turut memengaruhi proses pengambilan keputusan pasien dalam memilih layanan kesehatan.

Penelitian dilaksanakan selama periode Mei hingga Juni 2026 dan dipimpin oleh Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura, dr. Farah Christina Noya, M.HPEd., Ph.D., bersama tim yang terdiri atas Prof. Benjamin Gregg, Dr. dr. Bertha Jean Que, Sp.S., M.Kes., Yuniasih M. J. Taihuttu, S.Si., M.Sc., dr. Marthen Yoseph Matakupan, M.M.H., dr. Karina Jesslyn Sung, M.BiomedHlthSc., dr. Elias Octovianus Haulussy, dr. Muhammad Yusuf Makkaraeng A.M., M.Biomedik., Jennifer Christine Brand, S.Psi., Dinda Glafena Rehatta, S.Pd., Miftahul Fadillah, Arslley Christo Batkunde, dr. Stephany Wattimena, dan dr. Jessica Seilatuw.

Penelitian ini bertujuan menguji batas-batas penerapan prinsip bioetika universal melalui studi komparatif antara Kepulauan Maluku dan Amerika Serikat. Meskipun tidak dimaksudkan untuk merepresentasikan keseluruhan praktik bioetika global, perbandingan tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan kerangka bioetika yang lebih pluralistik, kontekstual, dan relevan dengan kondisi masyarakat di berbagai wilayah.

Sebagai wilayah kepulauan yang kaya akan keberagaman budaya, adat istiadat, serta pengaruh agama, Maluku menghadirkan tantangan tersendiri dalam penerapan standar pelayanan kesehatan. Tenaga kesehatan tidak hanya dituntut mengikuti kebijakan kesehatan nasional dan standar ilmiah internasional, tetapi juga harus mempertimbangkan nilai-nilai budaya masyarakat yang masih menjunjung tinggi praktik pengobatan tradisional serta pengambilan keputusan secara kolektif dalam lingkungan keluarga dan komunitas.

Melalui penelitian ini, tim peneliti mengkaji bagaimana tenaga medis, khususnya dokter, menghadapi berbagai dilema etis yang muncul ketika pedoman kedokteran berbasis bukti berbenturan dengan nilai budaya lokal. Fokus penelitian meliputi pemahaman tenaga medis dan masyarakat mengenai otonomi pasien, informed consent, dan martabat pasien; pengaruh agama, adat, dan keluarga terhadap pengambilan keputusan medis; dilema etis antara praktik biomedis dan pengobatan tradisional; batas kompromi etis yang tetap mengutamakan keselamatan pasien; hingga perbandingan praktik bioetika di Maluku dengan bioetika Barat. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan menyusun rekomendasi kebijakan dan pedoman klinis yang lebih sensitif terhadap budaya lokal serta memperkuat kolaborasi riset bioetika global antara Universitas Pattimura dan University of Texas at Austin.

Salah satu temuan penting dalam penelitian ini adalah adanya konflik antara protokol medis berbasis sains dengan praktik budaya yang masih berkembang di masyarakat. Dalam sejumlah kasus, tenaga kesehatan menghadapi dilema ketika protokol biomedis dan kebijakan kesehatan nasional bertentangan dengan praktik pengobatan tradisional, kepercayaan lokal, maupun berbagai tabu budaya yang masih dipegang teguh oleh masyarakat.

Untuk menjawab tantangan tersebut, tim peneliti merekomendasikan penguatan kapasitas tenaga kesehatan melalui pelatihan etika yang disesuaikan dengan konteks lokal. Pelatihan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemampuan tenaga medis dalam berkomunikasi, melakukan negosiasi, serta mengambil keputusan etis tanpa mengabaikan keselamatan pasien maupun nilai-nilai budaya masyarakat.

Melalui penelitian ini, Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura bersama University of Texas at Austin berharap dapat memberikan kontribusi ilmiah terhadap pengembangan bioetika yang lebih sensitif terhadap konteks lokal. Hasil penelitian ini juga diharapkan menjadi landasan dalam penyusunan kebijakan kesehatan dan pedoman klinis yang mampu menyeimbangkan prinsip kedokteran berbasis bukti dengan penghormatan terhadap keberagaman budaya, sehingga dapat mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan.

Menutup seminar hasil penelitian internasional, Dekan FK Unpatti, dr. Farah Christina Noya, M.HPEd., Ph.D., menegaskan bahwa hasil penelitian ini memiliki makna yang sangat penting bagi pendidikan calon dokter. Menurutnya, seorang dokter tidak hanya berperan sebagai penyembuh melalui pendekatan biomedis atau ilmu kedokteran semata, tetapi juga harus memahami dan menghargai aspek budaya yang melekat dalam kehidupan masyarakat. Aspek kultural tersebut tidak dapat dipisahkan dari setiap individu sehingga perlu menjadi bagian dari pertimbangan dalam memberikan pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, calon dokter, khususnya dokter yang akan mengabdi di wilayah kepulauan, diharapkan mampu mengintegrasikan ilmu kedokteran yang menjadi landasan praktik medis dengan pemahaman terhadap nilai-nilai budaya yang hidup di masyarakat. Dengan demikian, pelayanan kesehatan yang diberikan dapat berlangsung secara profesional, humanis, serta sesuai dengan konteks sosial dan budaya masyarakat setempat.

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pimpinan Fakultas

dr. Farah Christina Noya, M.HPEd., Ph.D

Dekan

dr. Laura B. S. Huwae, Sp.S., M.Kes

Wakil Dekan Bidang Akademik

Yuniasih M. J. Taihuttu, S.Si., M.Sc

Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan

dr. Irwan, Sp. JP(K)., FIHA

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Kerjasama dan Alumni

Fakultas Kedokteran

Dalam Angka Per Januari 2026

1235

Mahasiswa

63

Dosen

61

Staff

Jurnal Publikasi

Jurnal 1

Molucca Medica

Lihat Jurnal
Jurnal 2

Pameri

Lihat Jurnal
Jurnal 3

Kalesang

Lihat Jurnal

Tentang Fakultas Kedokteran

Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura merupakan salah satu fakultas yang berkomitmen dalam menghasilkan tenaga medis yang profesional, berintegritas, dan mampu memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat.

Dengan dukungan tenaga pengajar yang kompeten serta fasilitas pendidikan yang terus berkembang, Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura berupaya mencetak lulusan dokter yang unggul dalam bidang akademik, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Galeri

Hubungi Kami

Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura

Jl. Ir. M. Putuhena, Kampus Poka
Kota Ambon, Maluku, Indonesia

Kode Pos : 97233
Telp / Fax : 0911-322626, 0911-322627, 0911-322628
Email: fkedok@unpatti.ac.id

Scroll to Top